Header Ads

AWALNYA KECEPLOSAN, AKHIRNYA KETERUSAN JUALAN ONLINE




www.rizqyprasitha.com - Halo Sobatki, gimana kabarnya? Sehat aja kan? Aku disini hanya mau sharing aja terkait kegiatan apa aja yang aku lakuin selama Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita #dirumahaja. Nah, setelah masuk ke era New Normal. Aku coba deh cari-cari inspirasi diluar rumah sama calon teman hidupku nanti. Namanya Maya. 

Saat itu, aku main kerumah Maya dan bertemu Kakak nya yang lagi mau belanja keperluan rumah. Trus aku kepo buat ngeliat barang apa sih yang mau dia beli? Nah setelah aku liat, ternyata sebuah Hiasan Dinding yang ada tulisan doa-doa gitu. Trus aku nyeletuk nih bilang ke dia "Ah bagus beli sama aku aja, aku bisa kok buat itu, mudah dan yang pasti murah!" Tegas Aku. Trus dia bilang "Yaudah buat, aku pesan 8". Katanya.

Nah berawal dari omongan itu, dia pun percaya sama aku dan akan menjadi konsumen pertamaku saat itu. Setelah kejadian itu, aku ingat lagi perkataan ku tadi. Loh keliatannya sih mudah, tapi apa ya bahan-bahan untuk membuat sebuah Hiasan Dinding itu? Tanya aku dalam hati. Sontak aku bingung, kalau barangnya gak jadi aku bakalan malu nih.

Tapi aku tetap bertekad untuk menciptakan Hiasan Dinding hasil karya Aku dan Maya. Aku coba searching digoogle apa aja bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan Hiasan Dinding itu. Mulai dari harga bahan, bahan apa yang digunakan untuk kertasnya, dan banyak lagi. 

Kita memulai semua itu tanpa modal dan saling lempar pertanyaan. "Kamu emangnya ada uang?". Tanya Maya. "Kamu tenang aja, rezeki gak akan kemana". Jawab aku untuk menenangkan Maya. Akhirnya kita berusaha untuk cari modal dengan cara menjual Celana dan Jam Tangan milikku. Saat itu kita berhasil ngumpulin uang 300 ribu dari obral Celana dan Jam Tangan yang kebetulan sisa jualan aku dulu yang nggak laku.

Setelah kita udah pegang uang untuk dijadiin modal. Jadi, Aku sama Maya sama-sama belanja bahan untuk membuat sebuah Hiasan Dinding itu, mulai dari Kayu berukuran 1x1cm dan 2x3cm untuk bingkainya dan Triplek untuk latarnya. Kita juga membeli perlengkapan penunjang lainnya seperti, Lakban, Lem Fox saat itu. Lucunya, semuanya hanya kita handle berdua. Mulai dari bawa Triplek dari Toko Bangunan pake Motor dan hampir jatuh dari Motor, terjadi pertengkaran disitu dan bertanya-tanya gimana kita bisa bawa Triplek sebesar ini dengan kondisi angin kencang hanya pake Motor? 

Akhirnya, kita membawanya secara perlahan dan masuk gang sempit. Disitu tiba-tiba angin kencang menerjang triplek yang kita bawa. Tripleknya patah dan kita hanya bisa terdiam. Momen saat itu antara sedih maupun lucu bercampur aduk. Karna menurut kita ini adalah suatu hal langka yang pernah kita lakukan. Karna kita berdua adalah Kaum Rebahan. Akhirnya aku memutuskan untuk membawa triplek yang sudah patah seperempat itu jalan kaki. Lumayan sih jaraknya untuk nyampe kerumah ku. Kurang lebih 1 kilometer aku jalan kaki. Huh, melelahkan.

Setelah semua barang-barang yang kita beli sampai dirumah, kita langsung mengeksekusi itu. Beruntungnya aku punya keluarga yang sudah lama membuka usaha kerajinan tangan. Tapi dalam kondisi Pandemi seperti ini, orderan mereka pun terbilang sepi. Disitu ada Bang Amat. Nah Bang Amat ini sudah sejak dulu membuat kerajinan tangan dan sudah lihai menggunakan mesin pemotong kayu. Awalnya kita minta bantu sama Bang Amat untuk memotongkan Kayu Bingkai dan Triplek yang sudah kita beli. Setelah Bang Amat selesai, kita langsung membuat bingkai pertama kita. Tapi yang tak kalah penting adalah desain dari gambarnya sesuai request dari Kakak Maya. Disitu kita minta tolong sama Abangku untuk membuatkan sebuah desain. Lalu desain itu kita print di Percetakan. Setelah Kayu Bingkai sudah siap dan Stiker desain sudah siap, kita langsung menggabungkan keduanya dan memasang gantungan sesuai ukuran bingkai.


Taraaa! Satu hiasan dinding telah tercipta. Aku sama Maya seneng dong udah bisa menciptakan hasil karya yang gak pernah dibuat sebelumnya. Nah, kita mulai untuk memanfaatkan Internet dan Sosial Media guna memasarkan produk yang sudah kita buat itu. Kita coba-coba deh posting gambarnya di Instagram. Eh, siapa sangka ternyata peminatnya banyak juga. Jadi kita kaget kan, ternyata produk yang awalnya dibuat dari hasil keceplosan, sekarang malah kita fokus ngerjain orderan dari konsumen. 

Ada perasaan suka sama perasaan bimbang saat itu. Perlahan namun pasti, kita pun berusaha pelan-pelan untuk mengerjakan orderan konsumen. Satu persatu orderan selesai dengan hasil yang menurut kita biasa aja. Lalu kita berinisiatif untuk mempercantik tampilan dari produk yang kita buat. Kritik dan saran dari konsumen selalu kita terima dengan baik walaupun terkadang ada yang mengkritik dengan kata-kata yang pedas. Namun kita selalu menerima itu dengan baik dan kita jadikan itu sebagai motivasi. 

Saat ini kita sudah menambahkan aksesoris seperti Gantungan Figura dan Tali Rami untuk mempercantik produk yang kita buat.

Hari demi hari kita menerima orderan yang bisa dibilang selalu ada walaupun hanya satu. Semangat kita tak pernah berhenti sampai saat ini. Karna dari hasil karya kita berdua, kita sudah bisa menciptakan lapangan kerja kecil untuk orang-orang terdekat. Misalnya Bang Amat, kita sekarang sudah bisa mengupah Bang Amat walaupun belum setara UMR dari hasil pemotongan kayu. Kita juga sudah menggunakan jasa desain gambar dari Abangku, setiap desain ada harganya. Kita tetap harus profesional, walaupun ada hubungan darah tetapi bisnis tetaplah bisnis dan hubungan keluarga tetap tak ada gantinya.

Saat ini orderan kita sudah mencapai 100 bingkai dan sudah sampai keluar Kota dalam waktu satu bulan berjalannya bisnis ini. Selama itu juga tidur kita tak nyenyak, tangan kita tak berhenti menciptakan sebuah karya. Semoga apa yang kita impikan semuanya tercapai dan kelak bisa membuat lapangan kerja yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Inilah sebuah kenyataan yang harus kita terima. Dengan memanfaatkan Internet dan Sosial Media, semuanya akan lebih mudah dijalani. Rata-rata orderan yang kami terima dari teman online yang kita miliki.

Dan nantinya produk yang kita punya akan ada website sendiri untuk memposting Katalog Produk yang kita jual dengan membeli Hosting Terbaik Indonesia di Exabytes Indonesia agar produk yang kita jual bisa mendunia. Dan kita juga nantinya harus ada Email Bisnis Kapasitas Besar untuk mendukung bisnis kita kedepannya. Kita akan terus belajar Solusi Email Marketing agar bisnis ini terlihat lebih profesional.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.