Header Ads

Relawan : "Orang bodoh yang mau bekerja tanpa di gaji."


Mengapa sih aku tertarik untuk menulis ini disini? Ya karna aku pengen kalian semua bisa ngerasain bahagianya menjadi seorang Relawan.

Relawan itu apasih? 

Kita pakai bahasa umum aja ya. Relawan adalah "Orang bodoh yang mau bekerja tanpa di gaji."

Trus bagaimana untuk menjadi relawan?

Untuk menjadi relawan itu sangat mudah, mudah sekali. Cukup datang ke Organisasi yang kamu sukai trus bilang kamu mau gabung disitu. Mudah kan? Iya, masuknya memang mudah sekali. Namun ada suatu hal yang tidak ada pada rata-rata diri seseorang. Yaitu komitmen, keikhlasan, pengorbanan & kesabaran yang tak di miliki banyak orang.

Keuntungan menjadi relawan apasih? 

Keuntungan jika kamu menjadi relawan adalah kamu bisa ngerasain kebahagiaan yang tak bisa di rasakan orang lain, ilmu yang tak terbatas serta keluarga baru yang sangat peduli denganmu. Kok bisa sih? Ya tentu bisa. Coba aja baca lagi kriteria relawan yang sebenarnya diatas. Mereka adalah orang-orang pilihan, bukan Ketua atau Wakil organisasi yang memilih mereka. Tapi diri mereka yang memilih untuk menjadi relawan yang sesungguhnya. Banyak kok yang mencoba jadi relawan tapi ga bertahan lama, cuma ada maksud tertentu aja. Kok beda? Ya tentu beda orang yang masuk dengan komitmen dengan orang yang masuk hanya karna ada orang yang dia "incar" di Organisasi itu. Maksudnya? Ah udah, jgn di bahas. Hehe. Next yaa..

Trus diatas kok ada di tulis "Orang bodoh yang mau bekerja tanpa di gaji?"
Ya tentu, mereka rela meluangkan waktu mereka demi membantu orang lain, rela meninggalkan keluarga dirumah demi membantu orang lain, rela tenaga mereka habis untuk membantu orang lain, bahkan ada yang rela mati untuk membantu orang lain dan tanpa di gaji. Tentu bodoh kan?

Saat ini aku sudah bergabung lebih dari 10 Organisasi relawan di Kota ku dan Nasional dan semuanya tanpa gaji perbulannya. Wow lebih dari 10, bodohnya kebangetan dong? Hehe.

Relawan adalah orang-orang kuat terhadap cacian, makian, hujatan bahkan bullyan oleh orang-orang terdekatnya bahkan orang yang tak di kenal sekalipun. Pertanyaan nya simpel, jika tidak ada orang bodoh seperti kami. Apakah kamu bisa melakukan pekerjaan kami? Jawab sendiri ya.

Aku ambil satu contoh saja ya relawan yang sering di hujat. Apa yang ada di pikiranmu? Ya benar, Pemadam Kebakaran.

Pemadam Kebakaran kerap sekali di hujat jika datang terlambat, kenapa? Karna mereka hanya memikirkan kerugian yang mereka terima. Tidakkah kalian berfikir apa yang mereka rasakan ketika mendengar kabar bahwa musibah sedang menimpa kalian?
Mereka rela meninggalkan aktivitas mereka sekejap dan sigap untuk menuju lokasi kejadian.

Apa kalian pernah berfikir apa yang sedang mereka lakukan disaat mendengar kabar rumahmu terbakar?

Aku merasakan hal itu, karna aku juga relawan pemadam kebakaran, disaat mendengar informasi adanya kebakaran di suatu lokasi aku langsung sigap mengambil APD (Alat Pelindung Diri) untuk segera menuju ke Lokasi Kebakaran. Padahal disaat itu aku lagi asik bermain game bersama teman-teman, sedang asik menikmati mimpi yang indah dan sedang menikmati enaknya masakan Ibuku. Tapi aku rela meninggalkan itu semua demi kalian. Untuk apa? Untuk mengurangi resiko kerugian yang lebih besar. Jika aku lebih memikirkan akan di hujat kalian karna terlambat, mungkin aku lebih memilih untuk melanjutkan mimpi ku yang indah, melanjutkan menikmati nasi yang tengah aku cicipi. Ingin rasanya bodo amat dengan semuanya, tapi jiwa kami selalu menyemangati untuk berdiri.

Kami tak pernah mengemis, kami tak pernah berharap dapat apa-apa dari kalian. Yang kami butuhkan hanya ucapan terimakasih dari kalian, itu sudah lebih dari cukup bagi kami orang bodoh ini. Ya walaupun dalam lubuk hati yang paling dalam pernah berkata "Udah di bantu, gatau terimakasih!" Tapi rela kami tahan untuk menjaga nama baik kami walaupun selalu di pandang sebelah mata. 

Trus kenapa mau menjadi relawan?

Ya tentu aku mau, karna apa yang sudah aku lakukan di dunia ini, akan di balaskan di Akhirat nanti. Kenapa begitu percaya? Ya tentu aku percaya karna aku manusia walaupun sedikit bodoh sihhh..

Aku menjadi relawan tidak dengan paksaan, aku menjadi relawan tidak mengharapkan materi dan apapun. Tapi karna aku memilih menjadi relawan aku bisa menjadi seperti ini, yang dulunya aku cuek, yang dulunya aku tak peduli dengan kehidupan orang lain, sekarang aku menjadi orang yang super sensitif disaat musibah menimpa orang lain. Kok bisa gitu? Ya tentu bisa, karna bagi kami, mereka adalah keluarga kami dan wajib di tolong disaat mendapatkan musibah. Apapun akan kami lakukan untuk itu, siang malam tak peduli. Yang terpenting adalah tujuan kami tercapai.

Senyum di wajah kalian adalah energi untuk kami, tawa kami disaat lelah tak akan pernah bisa di bayarkan dengan apapun dan kami akan selalu bergerak walaupun hujatan selalu menghantui kami. Karna kami adalah manusia yang ajaib. Disaat kalian sedang menikmati mimpi yang indah bertemu sang mantan, kami harus selalu sigap di saat kebakaran terjadi pada malam hari. Apakah itu mengganggu? Oh tentu tidak, yang mengganggu adalah rasa kecewa kami ketika tak bisa hadir di saat api masih berkobar, kebingungan dimana-mana dan kami akan selalu hadir membawa solusi.

Tetap semangat wahai keluargaku Relawan/Volunteers dimanapun kalian berada!

Jangan lupa di share ya! Thanks..

- Rizqy Fathi Muharram Prasitha -


2 komentar

Esperanza Fandani Octavia mengatakan...

Wahh kerenn
Pernah merasakan suka dukanya jadi relawan ketika kebakaran hutan dan lahat terjadi di Palangka Raya.
Saat itu, banyak yang ngehujat, mengomentariku sebagai relawan. Tidak segan mereka mengatakan "Ah, pasti kamu dibayar, gak mungkin mau ikutan kalo gak digaji". Dana aku dengan tegas menentang kata" mereka. Karna mereka itu hanya tau hasil yang didapat, bukan apa yang dibalik itu semua. :")
Buat kamu, kalian, dan kita semua yang telah menjadi relawan, tetap semangat yaa
Jangan pernah menyerah. Jangan pernah pikirkan apa yang mereka bilang. Apa yang kalian lakukan, akan ada balasannya nanti ❤ Semangat­čĺ¬

Pradono mengatakan...

Salam Tangguh!
Tetap maju tanpa ragu!

Diberdayakan oleh Blogger.